Senin, 14 Juli 2014

"Teori Relativitas Waktu menurut Perspektif Al-Qur'an"

Alhamdulillah guys, ane kemasukan malaikat apa, sehingga bener kayak gini..
Ini karya perdana ane, dan juga sebagai postingan perdana ane juga.. (emang yang pendahuluan itu bukan perdana ya?)

Oke langsung aja guys.. cekidot..

Al-Qur'an merupakan kitab terakhir yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Muhammad SAW, dan juga sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an berisi berbagai macam ilmu pengetahuan, sejarah dan berita masa depan yang belum diketahui manusia. Salah satu ilmu pengetahuan masa kini yang telah diungkapkan Al-Qur’an 1400 tahun lalu adalah teori Relativitas waktu Enstein. Pertanyaannya, benarkah Einstein orang pertama yang mengungkapkan fakta relativitas waktu?

Sejarah membuktikan bahwa ilmuan & saintis muslim asal Kuffah, Al-Kindi, telah mencetuskan dasar-dasar teori relativitas waktu dalam karyanya Al-Falsafah Al-Ula. Menurut Al-Kindi, benda, waktu, gerakan, dan ruang tidak hanya relatif terhadap satu sama lain, namun juga ke objek lainnya dan pengamat yang memantau mereka. Dari mana dia melandaskan teorinya? Dari Al-Qur’an tentulah.. tidak menutup kemungkinan ilmuan muslim ini sangat menguasai Al-Qur’an. Dan tidak diragukan lagi bahwa ayat-ayat Al-Qur’an mengandung pengetahuan yang absolut dan selalu menjadi kunci tabir misteri yang meliputi alam semesta raya ini.
Dari ribuan ayat yang termaktub dalam Al-Qur’an, ada beberapa ayat yang menjelaskan Relativitas waktu, seperti dalam Q.S. Al- Hajj ayat 47
"Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu."


Namun bukan hanya ayat itulah yang menjadi landasan Al-Kindi dan juga ane (ngikut aja lo!) dalam menanggapi relativitas waktu. Masih banyak lagi ayat-yat semesta tentang ini. 
Bahkan Allah sampai bertanya kepada makhluknya tentang ke-relatif-an waktu dalam Q.S. Al-Mu’minun ayat 112 – 114.
"Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'."
Terdapat  juga dalam Q.S. Al-Ma’arij ayat 4
"Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun."
Itu semua menjadi bukti kebenaran Al-Qur’an sebagai Kalamullah dalam menanggapi masalah-masalah ilmiah masa kini.
Oke kita berlanjut ke kisah Ashabul Kahfi, kisah ini juga menjadi bukti serta contoh relativitas waktu dalam Al-Qur’an. Dalam kisah tersebut dikisahkan orang-orang yang beriman pada Allah dikejar-kejar tentara nan zholim, dan akhirnya kelelahan lalu tertidur di dalam Gua selama 309 tahun, namun anehnya mereka hanya merasakan tidur sehari saja. Kisah yang tertuang dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 9-26 ini dapat dijelaskan secara saintifik melalui teori relativitas waktu Einstein.
Para Ashabul Kahfi hidup melintasi zaman. Mereka serasa tertidur satu hari didalam gua, namun zaman ternyata telah berganti selama 309 tahun.
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi).” (Q.S. Al-Kahfi ayat 25)
Bagaimana bisa?
Hal ini bisa dibuktikan dengan analisis melalui fisika modern, yaitu teori Rrelativitas Einstein.
Jika suatu benda, makhluk hidup atau apa saja yang bergerak dengan kecepatan tertentu (mendekati kecepatan cahaya), maka benda tersebut akan mengalami dilatasi waktu dan kontraksi panjang.
Dan didalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 18 termaktub :
Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.” (Q.S. Al-Kahfi ayat 18)
…Kami balik-balikkan mereka kekanan dan kekiri…” yang berarti mereka di dalam gua bergerak (digerakkan) dengan kecepatan tertentu. Berapa kecepatan mereka, sehingga mereka dapat hidup melitasi zaman? Dari data-data yang kita dapatkan dari Al-Quran berikut analisis untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus pembuktian kebenaran Ashabul Kahfi dalam Al-Quran.
Dari Al-Quran diperoleh data bahwa waktu menurut mereka (Ashabul Kahfi yang bergerak) t0 = 1 hari. Sedangkan waktu yang sebenarnya adalah t = 309 tahun = 109386 hari (tahun Qomariah 1 tahun = 354 hari).
Dari penurunan rumus dilatasi waktu :







Didapatkan :

 



Dan jika nilai t1 & to dimasukkan kedalam rumus :
 




V2 = 0,99999 C2
V = 0,999999 C

Dari penjabaran diatas, jika para Ashabul Kahfi bergerak (digerakkan) mendekati kecepatan cahaya, maka ini membutktikan bahwa peristiwa tersebut sangatlah masuk akal untuk terjadi.


Itu semua seharusnya menjadi refrensi untuk menambah keimanan dan memperkuat ketakwaan kita sebagai umat muslim, umat nabi Muhammad, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan hidup sehari-hari kita. Dan kita sebagai umat Muslim harus sejak dini mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, tidak hanya mempelajari tatacara membacanya, namun juga memahami makna yang terkandung di dalam-Nya, karena Al-Qur’an berisi berbagai macam ilmu pengetahuan sains. Serta bahkan dapat memecahkan masalah-masalah sosial dalam kehidupan di dunia ini.

Oleh : Ahmad Najih



Alhamdulillah karya ini pernah diikutsertakan dalam Lomba Karya Tulis Sains & Qur’ani di Universitas Airlangga dan menyabet juara 3, dengan format penulisan yang berbeda dari ini J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar